Palangka Raya, Beritakalteng.com – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, mendorong pengembangan hilirisasi produk lokal agar memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, Jumat (16/10/2026).
Mepnurut Ansyari, hilirisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah berbagai produk unggulan daerah. Melalui pengolahan yang tepat, produk lokal tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk siap jual dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ia menilai Kalimantan Tengah memiliki beragam potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui hilirisasi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga usaha kerajinan masyarakat.
“Potensi tersebut perlu dikelola secara maksimal agar memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian daerah,”ucap Ansyari.
Ansyari menyampaikan bahwa pengembangan produk lokal perlu didukung dengan proses produksi yang baik, kualitas yang terjaga, serta inovasi sesuai kebutuhan pasar.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan masyarakat dapat memiliki daya tarik dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
Menurutnya, hilirisasi juga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah berpotensi mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha lokal, terutama dalam bentuk pelatihan, pendampingan, serta kemudahan memperoleh informasi mengenai pengembangan usaha.
Dukungan tersebut diperlukan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas produknya.
Selain itu, akses terhadap peralatan produksi dan teknologi pengolahan juga perlu menjadi perhatian. Penggunaan teknologi yang sesuai dapat membantu meningkatkan efisiensi, menjaga mutu produk, serta memperbesar kapasitas produksi sesuai kemampuan pelaku usaha.
Ansyari menilai kemasan dan pemasaran turut menentukan keberhasilan produk lokal dalam menjangkau konsumen. Produk yang berkualitas perlu didukung dengan kemasan menarik, informasi yang jelas, dan strategi pemasaran yang tepat agar lebih mudah dikenal masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran produk lokal. Melalui pemasaran daring, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen di luar daerah tanpa hanya bergantung pada pasar setempat.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, kelompok masyarakat, dan pihak terkait perlu diperkuat dalam mendorong hilirisasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi kendala produksi, pemasaran, hingga pengembangan jaringan distribusi.
Ia berharap pengembangan hilirisasi dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Dengan nilai jual produk yang lebih baik, pelaku usaha dan pengolah bahan baku diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari potensi daerah yang dimiliki.
Ansyari juga mendorong agar pengembangan produk lokal dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan ketersediaan bahan baku dan kualitas lingkungan.
Pengelolaan yang baik akan membantu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya daerah secara bertanggung jawab.
Melalui penguatan hilirisasi, Kalimantan Tengah diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak menjadi salah satu kunci agar produk unggulan daerah dapat berkembang dan memiliki nilai jual lebih tinggi. (Wid)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah