Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Penetapan salah satu warga sebagai tersangka kasus pembakaran lahan di Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Penegak hukum diminta melihat akar masalah secara obyektif, mengingat praktik berladang dengan cara membakar telah lama menjadi sandaran hidup warga lokal.
Penanganan perkara dinilai harus mampu membedakan masyarakat yang berladang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan pihak yang sengaja membakar lahan untuk kepentingan usaha berskala besar.
DPRD Kabupaten Barito Timur Karianto minta penegakan hukum lebih berkeadilan, dirinya prihatin atas penetapan sejumlah warga sebagai tersangka dalam kasus pembakar lahan.
“Ya, hari ini kami dari Komisi III DPRD Kabupaten Barito Timur meninjau langsung ke lokasi ladang di Desa Hayaping. Hasil pantauan kami tidak benar jika diberitakan 11 hektare, akan tetapi luasnya hanya kurang lebih 1 hektare,” kata Karianto, Rabu (30/9/2026) didampingi bersama anggota DPRD lainnya.
Sebab, perbedaan data saat jumpa pers di Halaman Polda Kalimantan Tengah yang menyangkut perkara pidana Yadi dan Subarnu tidak tepat.
Menurutnya, ada perbedaan menyebut angka 11 hektare pada saat memberikan keterangan resmi kepolisian. Namun, fakta dilapangan dari hasil sidak DPRD harus mendapatkan penjelasan dan verifikasi lanjut.
Dijelaskan, persoalan luasan bukan sekedar perbedaan angka. Data tersebut menjadi bagian dari informasi publik mengenai perkara yang menjerat kedua warganya.
Disela kegiatannya, Karianto sempat berkomunikasi dengan pengacara keluarga Yadi dan Subarnu. Dikarenakan, pihak keluarganya telah mengajukan permohonan Restorativ Justice (RJ).
Dari hasil dilapangan ini, DPRD akan membawa bahan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi dan memastikan data luasan lahan terbakar dalam perkara tersebut.
“Perbedaan data 11 hektare vs 1 hektare kini menjadi salah satu poin yang perlu diklarifikasi agar informasi mengenai perkara Yadi dan Subarnu tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru,”
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah