Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo membacakan sambutan pada launching E-Pahari dan EDC Bank Kalteng serta rapat koordinasi dan kick off mini championship TP2DD Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng

Wagub Kalteng Dorong Digitalisasi Pajak Kendaraan Melalui Peluncuran E-Pahari dan EDC Bank Kalteng

Palangka Raya, Beritakalteng.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, membacakan sambutan dalam kegiatan launching E-Pahari dan Electronic Data Capture (EDC) dari Bank Kalteng yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi serta kick off mini championship TP2DD atau Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (09/03/2026).

Dalam sambutannya, Edy Pratowo menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyambut baik peluncuran layanan digital E-Pahari sebagai langkah konkret untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Ia mengatakan bahwa melalui sistem digital tersebut masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor Samsat dan mengantre untuk melakukan pembayaran pajak maupun bea balik nama kendaraan.

“Saya menyambut baik E-Pahari sebagai langkah konkret memudahkan masyarakat membayar pajak dan bea balik nama kendaraan bermotor melalui kanal digital tanpa perlu jauh-jauh datang ke kantor Samsat dan repot mengantri,”ujar Edy saat membacakan sambutan.

Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang bersumber dari Samsat, jumlah kendaraan bermotor di Kalimantan Tengah pada tahun 2025 mencapai sekitar 1.900.000 unit kendaraan.

“Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 600 ribu kendaraan yang tercatat melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor,”katanya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu kendala yang dihadapi dalam mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor adalah banyaknya kendaraan yang digunakan di kawasan perkebunan maupun pertambangan.

“Dengan kondisi kendaraan yang digunakan di lapangan sering kali tidak lagi lengkap, seperti spion yang hilang, bodi yang rusak, maupun perlengkapan kendaraan lainnya yang tidak memenuhi standar,”tambahnya.

Akibatnya, ketika pemilik kendaraan ingin membayar pajak di kantor Samsat mereka harus melengkapi kembali persyaratan kendaraan, sehingga sebagian memilih untuk tidak melakukan pembayaran pajak.

Melalui inovasi digitalisasi seperti E-Pahari, pemerintah berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk tetap dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan tanpa harus menghadapi berbagai kendala tersebut.

Ia menjelaskan bahwa melalui layanan E-Pahari masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan, bea balik nama, dan berbagai layanan lainnya melalui berbagai kanal pelayanan.

“Pembayaran dapat dilakukan melalui Samsat, Samsat Mobile Keliling, Mall Pelayanan Publik (MPP), layanan melalui telepon genggam atau smartphone, serta fasilitas drive-thru,”jelasnya.

Dengan adanya berbagai pilihan layanan tersebut, masyarakat yang berada jauh dari pusat kota atau bekerja di kawasan perkebunan maupun pertambangan tetap dapat melakukan pembayaran pajak secara lebih mudah.

Selain peluncuran E-Pahari, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan launching mesin EDC dari Bank Kalteng sebagai bagian dari upaya mendukung sistem pembayaran elektronik di daerah.

Menurut Edy Pratowo, penggunaan EDC akan mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak maupun retribusi daerah tanpa harus menggunakan uang tunai.

“Langkah tersebut juga sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi transaksi keuangan agar masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan lebih praktis dan transparan,”lugasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Samsat, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, serta Jasa Raharja yang telah bersinergi menghadirkan layanan pembayaran pajak yang lebih modern, cepat, efisien, transparan dan akuntabel.

Selain itu, Edy Pratowo juga mengapresiasi Bank Kalteng yang telah mendukung program digitalisasi melalui penyediaan mesin EDC sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan pembayaran non tunai.

Ia berharap aplikasi E-Pahari benar-benar mudah diakses serta mudah digunakan oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Menurutnya, apabila layanan digital tersebut dapat digunakan dengan mudah, maka masyarakat akan semakin termotivasi untuk memenuhi kewajiban pajaknya.

“Ini meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, diharapkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor di Kalimantan Tengah juga akan semakin meningkat,”pungkasnya. (Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *