
BERITALKALTENG.COM, Palangkaraya – Kegiatan Lingkar Belajar Guru (LBG) yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diharapakan dapat menjadi wadah dalam meyelesaikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi oleh para Guru di Daerah.
Salah satu persoalan yang tidak lepas dari perhatian PGRI Kalteng yakni berkenaan dengan sebaran atau penempatan tenaga pendidik yang dinilai masih belum merata antara penempatan di Kota dan di Desa.
“sebaran Guru kalau kita lihat, banyak berada di Kota dari pada di Desa. Masih banyaknya persoalan seperti masaha kesejahteraan guru, dan lainya. Hal ini tentunya harus kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Ketua PGRI Kalteng, Prof.Dr.H. Suriansyah Murhaini, SH,MH, Selasa (25/10/2022).
PGRI Kalteng, ujar Dekan Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya ini, akan terus berinovasi dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) guru, terlebih diera perkembangan teknologi seperti sekarang ini, dimana setiap orang dituntut untuk paham dengan teknologi.
Namun mewujudkan hal itu tidak lah mudah, melihat kondisi saat ini masih adanya sejumlah daerah yang tidak terhubung dengan internet. Ditambah lagi, tidak semua orang bisa menggunakan alat teknologi tersebut.
“untuk itulah PGRI Kalteng hadir dan bersama-sama untuk terus berinovasi dan mencari solusi dalam menyelesaikan setiap persoalan,” beber Ketua Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Kalteng ini.
Sementara itu, Education indonesia Desry Darwin menyampaikan, kegiatan workshop program mandetori LBG ini merupakan wujud kerjasama antara PGRI dengan Education International, dan sejumlah mitra consortion.
“PGRI merupakan satu-satunya yang menjadi anggota Education International yang merupakan organisasi guru global dimana anggotanya sebanyak 338 organisasi guru se dunia dari 198 Negara,” kata Desry.
Ada sekitar 13 Provinsi di Indonesia tahun 2022 ini melaksanakan program LBG. Education International ingin agar program ini memberikan dampak positif baik untuk Guru yang berada di PGRI maupun seluruh Guru yang ada di Kalteng, terutama para guru yang ada di akar rumput.
Kegiatan LBG ini tentunya juga sebagai wadah bagi para guru untuk bediskusi, mengindentifikasi masalah yang terjadi sampai dengan memberikan solusi atas permasalahan tersebut.
Sehingga kedepan hasil dari kegiatan LBG ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh pengurus baik ditingkat Kabupaten, Provinsi sampai di tingkat pusat.
“Jadi kekuatan dari LBG ini salah satunya adalah rekomendasi yang dihasilkan oleh para guru ditingkat akar rumput, dan juga dari advokasi dari pengurus-pengurus PGRI untuk menindaklajuti,” tutupnya.(a2)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah