
BERITAKALTENG.COM, SAMPIT – Kota Sampit yang meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang, sering dilanda banjir saat terjadi hujan lebat dan beberapa jalan di dalam kota terendam air. Demikian halnya kawasan pemukiman juga akan rawan rawan banjir di mas- ingmasing kecamatan tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Khozaini meminta pemerintah daerah untuk melakukan normalisasi drainase dan anak sungai dengan melakukan pengerukan khususnya di sekitar permukiman warga yang berada dalam kota Sampit. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya banjir yang terus berulang seperti pekan lalu.
“Kami minta untuk mencegah banjir terulang lagi seperti minggu kemarin, maka harus dilakukan normalisasi drainase dan anak sungai dengan melakukan pengerukan, karena kita melihat beberapa jalan dan pemukiman warga terendam air akibat derasnya air hujan dan saluran air tidak lancar, dan ini harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten,” kata Khozaini, Rabu (7/9/2022).
Dirinya mengatakan banyak mendapat keluhan dan aspirasi masyarakat terkait kekhawatiran banjir kembali terjadi saat hujan deras melanda kota sampit, maka dari itu mereka meminta melakukan normalisasi drainase maupun anak sungai sehingga terjadi hujan lebat air cepat mengalir hingga ke Sungai Mentaya.
Politisi Partai Hanura ini juga mengatakan banjir yang sering terjadi diduga juga imbas tidak maksimalnya fungsi drainase dan dangkalnya anak sungai sehingga mengakibatkan air mengalir lambat sehingga sempat meluap merendam jalan dan permukiman warga.
“Kurang optimalnya saluran air dan anak sungai disebabkan pen- dangkalan dan tersumbat oleh lumpur maupun sampah. Untuk itu perlu dilakukan normalisasi fungsinya dengan cara pengerukan, setidaknyadampaknyatidaksampai parah.Dankamiyakinpotensibanjir akan semakin kecil kalau saluran air dan anak sungai berfungsi dengan baik,” terangnya.(tbk)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah