
Beritakalteng.com, BUNTOK – Menyikapi kenaikan debit air di sungai Barito akibat curah hujan yang tinggi beberapa minggu belakangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan siaga di beberapa desa rawan banjir.
“Saat ini kami selalu memantau, monitor perkembangan debit air dan perkembangan banjir di desa- desa rawan banjir,” terang Kepala BPBD Barsel Alif Suraya kepada awak media, Kamis (9/9/2021).
Dikatakan Alif, pemantauan tersebut dilakukan untuk mengukur resiko dan dampak yang akan ditimbulkan oleh banjir. Bahkan diakuinya lagi, jika memang perlu, BPBD juga siap melakukan evakuasi bagi para korban terdampak banjir ini nantinya.
“Kami siap melakukan evakuasi jika itu diperlukan, untuk bantuan sembako akan berkoordinasi dengan Instansi terkait,” tukasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, resiko banjir ini terjadi akibat adanya intensitas curah hujan yang tinggi terutama di beberapa daerah hulu DAS Barito, seperti Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara yang menyebabkan luapan sungai Barito.
Saat ini, setidaknya ada puluhan desa dari lima kecamatan yang berada di bantaran sungai Barito terpantau mulai terendam banjir, dengan ketinggian debit air antara 10 sampai 50 cm.
Selain merendam pemukiman warga, banjir juga mulai merendam lahan perkebunan dan lahan pertanian, sehingga menghambat kegiatan ekonomi masyarakat seperti menyedap karet, memotong rotan dan menanam padi.(Sebastian)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah