FOTO : Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran ketika diwawancarai media usai melaksanakan kegiatan kunjungan silaturahmi, jumat (3/7/2020)

Strategi Jitu Gubernur Kalteng Dalam Peningkatan PAD Daerah

FOTO : Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran ketika diwawancarai media usai melaksanakan kegiatan kunjungan silaturahmi, belum lama ini.

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) terkait pajak dan royati di bidang pertambangan ditengah pandemi covid-19.

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran mempunyai strategi jitu. Strategi tersebut diklaim dapat membantu masyarakat namun tidak membebani rakyat.

“Saat ini kami fokus menangani dan menanggulangi covid-19, termasuk juga membantu masyarakat. Namun di sektor lain, seperti perpajakan dan lainya tetap dipantau untuk dapat meningkatkan PAD Kalteng,” kata Sugianto, senin (6/7/2020).

Lanjutnya, dengan mengurangi beban rakyat seperti mempermudah pajak dan penghapusan denda untuk kendaraan. Mengenai royalty tetap dipantau sehingga juga ada PAD yang masuk. Dirinya menjelaskan hal tersebut sudah rapatkan ke dinas terkait pelaksanaan strategi tersebut.

Situasi pandemi covid-19 juga berimbas pada kurang bergairahnya perekonomian yang berdampak pada PAD khususnya pajak dan retribusi.

Disamping itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalteng, Kaspinoor menyebutkan bahwa untuk memaksimalkan potensi PAD, pihaknya membuat aturan yang mempermudah masyarakat untuk membayar pajak, yakni penghapusan denda adminsitrasi bagi yang menunggak pajak kendaraan bermotor.

“Yang kedua dengan sistem jemput bola ke berbagai daerah agar mempermudah masyarakat. Sehingga masyarakat dapat membayar pajak,” ucap Kaspinnor.

Selanjutnya yakni dengan membuka layanan pajak di daerah-daerah secara bertahap.

“Jemput bola bertujuan untuk menghindari masyarakat bergerombol atau berkumpul dan tidak terlalu jauh untuk membayar pajaknya,” katanya.
Ditambah, lanjut Kaspinnor, program

Samsat Online Nasional (Samonas) kini juga telah bekerjasama dengan pihak perbankan. Sehingga mempermudah para wajib pajak melakukan pembayaran. Program ini menggandeng sejumlah bank untuk bekerjasama dalam melayani wajib pajak.

“Apa yang diinginkan oleh pak Gubernur Sugianto Sabran, dalam strategi peningkatan PAD namun tidak membebankan rakyat secara bertahap terus dilakukan agar mempermudah kenyamanan masyarakat di tengah situasi pandemi saat ini,” ucapnya.

Diketahui, Bappeda menyebut pada semerter I atau sampai 27 Juni 2020 capaian pendapatan Kalteng sudah mencapai Rp 2,1 triliun dari target sebesar Rp 4.5 triliun atau 46.6 persen. Sedangkan sektor PAD Kalteng sendiri sudah tercapai Rp 792,5 miliar dari target Rp 1,4 triliun atau terealisasi sebesar  54,1 persen.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *