BeritaKalteng.com, BUNTOK – Sebelum melaksanakan pembukaan/penggarapan lahan/hutan yang baru di blok Siung Maluput, wilayah Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan, PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) melaksanakan ritual adat Pamalasan, Senin (19/1/2026).
Pamalasan yang bertujuan untuk memohon izin kepada roh leluhur agar selalu mendapatkan perlindungan dan keselamatan saat melaksanakan pembukaan lahan/hutan baru ini, dihadiri oleh ratusan orang yang terdiri dari sejumlah staf PT MUTU, PT Riung Mitra Lestari (RML) selaku kontraktor, Damang Adat GBA, perwakilan pemerintah Kecamatan GBA, Polsek GBA dan masyarakat dari desa Bintang Ara dan Malungai.
Dikatakan oleh Pjs. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MUTU, Ari Tri Atmoko, ini merupakan bentuk penghormatan dan bentuk kepatuhan perusahaan terhadap hukum adat dan budaya masyarakat yang ada di wilayah kerja mereka.
“Manajemen PT MUTU sangat menghargai dan mematuhi semua kearifan budaya dan adat istiadat masyarakat yang ada di sekitar wilayah kerja kami. Oleh sebab itu kami melaksanakan giat Pamalasan ini sebagai syarat sebelum melakukan pembukaan lahan baru,” tuturnya.
Diterangkan dia, PT MUTU melaksanakan Pamalasan adalah berdasarkan hasil komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh adat setempat.
“Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh Penghulu adat dan Mantir Adat desa Bintang Ara, berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki, perusahaan dalam hal ini hanya menyediakan tempat dan pembiayaan saja,” tuturnya.
“Setiap daerah memiliki adat istiadat serta budaya yang berbeda dan harus dijunjung tinggi, karena merupakan perwujudan hukum dan cinta antara manusia, alam, serta roh para leluhur,” imbuh Ari lagi.
Ari percaya, dengan adanya pelaksanaan kegiatan Pamalasan ini, bisa memberikan rasa percaya diri dan rasa keamanan bagi para pekerja yang akan membuka lahan baru tersebut.
“Kami percaya bahwa dengan selesainya pelaksanaan ritual ini, maka ke depannya para pekerja akan bekerja dengan aman dan tidak ada gangguan, terutama dari hal – hal yang sifatnya supranatural,” harap dia.

Ditambahkan oleh External Relation Division Head PT MUTU, Arif Bunyamin, kegiatan ini juga untuk membangun tali silahturahmi antara perusahaan dengan masyarakat adat.
Pasalnya, dengan kegiatan ini, secara tidak langsung perusahaan dan masyarakat adat yang ada di sekitar wilayah kerja membangun sebuah komunikasi dan ikatan batin yang lebih intim.
“Dengan ini, perusahaan secara tidak langsung membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat adat, yang berdampak pada meningkatkan hubungan emosional dan rasa kekeluargaan antara kedua belah pihak,” tuturnya.
Pria yang akrab disapa Abun ini, juga meyakini, dengan adanya rasa saling menghargai itulah akan memunculkan rasa persaudaraan yang semakin besar antara masyarakat adat dengan perusahaan.
“Dengan begini, perusahaan hadir bukan hanya sebagai investasi, namun juga hadir sebagai suatu komunitas baru yang bisa membuka ruang persaudaraan antara masyarakat adat setempat dengan para pekerja yang datang dari luar daerah,” tandasnya.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah