Diresmikan Bupati, RSJS Buntok Akhirnya Punya Gedung Manajemen

Foto : Diresmikan, Bupati Barsel, H. Eddy Raya Samsuri, ST berharap agar gedung manajemen yang baru di RSJS Buntok mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Setelah diresmikan oleh Bupati Barito Selatan, H. Eddy Raya Samsuri, Senin (15/11/2021), RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok, akhirnya memiliki ruangan manajemen yang baru.

Diungkapkan Eddy, dengan adanya gedung manajemen yang baru, diharapkan RSJS mampu meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan khususnya untuk wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Terima kasih juga tidak lupa ia sampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah mendukung pembangunan gedung baru tersebut, karena kurang lebih selama empat tahun perjuangan Pemda Barsel untuk bisa mempunyai gedung manajemen di RSJS akhirnya bisa terwujud.

“Karena kita ingin meningkatkan peforma (di bidang) kesehatan, kebetulan pas kita juga dilanda Covid-19, kita berharap dengan adanya gedung manajemen RSJS ini bisa memberikan pelayanan yang lebih paripurna lagi kepada seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Ia kemudian mengkritisi kualitas pelayanan di RSJS pada masa sebelum dirinya menjadi Bupati yang menurut dia standarnya sangat kurang baik.

“Karena memang disaat kami kemaren melakukan medical chek up pada saat pelaksanaan Pilkada, di 2016 dan 2017, memang fasilitas RS kita sangat di bawah standar,” tukas Eddy membandingkan.

“Semoga dengan meningkatnya DAK dan beberapa dana dari pusat, kita RSJS ini menjadi rumah sakit regional yang ada di DAS Barito. Kita harapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dengan baik, semoga RSJS ini bisa menjadi kebanggaan warga Barsel,” harapnya.

Senada dengan Eddy, Direktur RSJS yang baru, dr. Norman Wahyu berharap dengan adanya gedung yang dana pembangunannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita berharap dengan adanya gedung manajemen ini, mampu meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat,” imbuhnya.

“Berdasarkan peraturan juga, bahwa memang sebelumnya RS untuk gedung manajemen itu memang berada di ruangan rawat inap yang kita fungsikan sementara dan harusnya itu pun tidak boleh,” beber Wahyu.

Diuraikannya, gedung baru ini nantinya akan digunakan oleh beberapa bidang, yaitu ruangan pelayanan medik, penunjang, umum dan ruangan keperawatan.

“Ruangan yang sebelumnya kita gunakan, kita fungsikan kembali untuk penanganan rawat inap pasien,” pungkasnya.(Sebastian)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *