
Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Kehadiran Universitas Palangka Raya (UPR) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dalam pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kota Solo Senin (13/9/2021).
Tentu menjadi momentum dan kesempatan yang baik bagi UPR yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri tertua dan terbesar yang ada di Kalimantan Tengah untuk menyampaikan berbagai capaian, target dan juga tantangan pembangunan kedepan.
Rektor Universitas Palangka Raya Dr. Andrie Elia, S.E., M.Si menjadi salah satu dari 35 Rektor seluruh wilayah Indonesia yang tergabung dalam MRPTNI dan hadir secara luring dilokasi kegiatan.
“UPR tentunya telah menjadi bagian terpenting dalam pembangunan bangsa dan daerah untuk mewujudkan generasi unggul dan berdaya saing sesuai dengan visi pembangunan pemerintah adalah cita-cita SDM Unggul menuju Indonesia Emas 2045. Bahwa membangun manusia berkualitas adalah jalan memajukan bangsa,” kata Andrie.
Dengan ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai Ibu kota Negara yang baru oleh Presiden beberapa waktu lalu, lanjut Andrie tentunya juga menjadi tantangan tersendiri bagi Kalimantan Tengah yang secara otomatis menjadi daerah penyangga bagi IKN.
Secara khusus juga bagi UPR sebagai Perguruan Tinggi untuk mewujudkan generasi unggul dan berdaya saing yang siap membangun bangsa, dan UPR mengupayakan melalui berbagai inovasi dan kebijakan dalam proses pendidikannya.
Dalam pertemuan ini, dibahas tiga isu penting yakni tentang pelaksanaan Pendidikan tatap muka, vaksinasi di perguruan tinggi dan sekolah serta peran perguruan tidalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.
“UPR berkomitmen senantiasa mendukung berbagai program serta kebijakan baik yang di keluarkan oleh pemerintah demi kemaslahatan rakyat Indonesia,” beber Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini.
Sekedar diketahui, acara dilaksanakan dengan dua mekanisme yakni secara luring atau secara langsung yang dihadiri oleh 35 Rektor Perguruan Tinggi dan juga secara daring yang dihadiri oleh 57 Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia.
Presiden Joko Widodo ketika itu didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, serta Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Prof Dr Jamal Wiwoho, SH, MHum.(a2)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah