Yuas Elko saat menyampaikan arahan dalam Rakor HBKN 2026 di Aula Bapperida Provinsi Kalteng

Pemprov Kalteng Perkuat Langkah Strategis Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 H

Palangka Raya, Beritakalteng.com – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan bahwa pada Februari ini umat Muslim akan segera memasuki bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, setiap peringatan Hari Besar Keagamaan selalu disambut masyarakat dengan penuh berkah, rahmat, dan sukacita.

Momentum tersebut menjadi waktu yang istimewa karena diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan ibadah, sosial, maupun konsumsi rumah tangga.

Ia menjelaskan, meningkatnya aktivitas itu turut berdampak pada lonjakan kebutuhan berbagai komoditas pokok di pasaran.

Permintaan terhadap sejumlah Barang Kebutuhan Pokok cenderung naik, terutama bahan pangan utama yang banyak dikonsumsi selama Ramadhan dan Idulfitri.

Fenomena ini, lanjutnya, merupakan siklus tahunan yang terus berulang seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin beragam.

Yuas menuturkan, apabila tidak dikelola secara cermat, peningkatan permintaan tersebut berpotensi memicu kenaikan harga dan mendorong laju inflasi daerah, Kamis (12/02/2026).

Ia menegaskan bahwa kondisi inflasi musiman yang terjadi setiap tahun harus diantisipasi secara bersama melalui sinergi lintas sektor.

Menurutnya, stabilitas harga tidak hanya bergantung pada ketersediaan barang, tetapi juga pada kelancaran distribusi dan koordinasi antarlembaga.

Ia mengungkapkan bahwa dinamika harga, hambatan distribusi antarwilayah, serta ketergantungan pada pasokan dari luar daerah menjadi faktor yang sering memicu tekanan inflasi.

Situasi tersebut berdampak langsung pada fluktuasi harga di tingkat pasar dan memengaruhi daya beli masyarakat.

“Kenaikan harga sangat berdampak pada masyarakat kurang mampu yang semakin tertekan dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok,” jelasnya.

Dalam Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026 yang diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, ia meminta seluruh dinas dan instansi terkait untuk memperkuat langkah antisipatif.

Ia menekankan pentingnya intensifikasi pemantauan harga di lapangan serta memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman dan mencukupi.

Selain itu, ia mendorong kerja sama perdagangan komoditas pangan antar daerah serta penguatan koordinasi dengan Perum BULOG dan BUMN Pangan guna mengoptimalkan distribusi pasokan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Hj. Norhani, turut mengajak seluruh stakeholder mempererat sinergi dalam menjaga kelancaran pasokan, distribusi, dan perdagangan barang kebutuhan pokok, disertai komunikasi publik yang positif menjelang, saat, dan setelah Ramadhan serta Idulfitri. (wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *