FOTO: Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, H. Achmad Rasyid.

Dewan Kalteng Ini Minta Pembangunan Jembatan Layang Bukit Rawi Dipercepat

FOTO : Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, H. Achmad Rasyid.

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Sejumlah ruas jalan poros tengah penghubung antara Kota Palangka Raya dengan sejumlah kabupaten seperti Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, Pulang Pisau dan Gunung Mas tergenang cukup dalam, yakni hingga pinggang orang dewasa. Hal tersebut disebabkan curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini di wilayah hulu Sungai Kahayan Kalimantan Tengah.

Seperti yang disampaikan oleh, Anggota DPRD Kalteng, H.Achmad Rasyid yang menerangkan bahwa ketika melintas di ruas jalan tesebut, kondisi jalan tergenang air cukup dalam. Kendaraan harus berhati-hati melintas, rawan terperosok dan juga harus antrean panjang.

“Kami harapkan pembangunan jembatan layang segera di percepat. ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses vital bagi masyarakat di beberapa kabupaten,” kata Anggota Komisi IV membidangi pembangunan intrastruktur jalan dan jembatan DPRD Kalteng ini, Sabtu (11/9/2021)

Diungkapkan bahwa saat ini kondisi sebelum banjir dapat dilihat beberapa lubang yang cukup lebar. Sehingga ketika banjir lubang-lubang tersebut tidak kelihatan. Karena itu harus hati-hati. Dirinya juga berharap pihak terkait dapat terus memandu masyarakat saat melintas, atau minimal adanya rambu-rambu petunjuk. Mengingat keselamatan pengguna jalan sangat perlu di perhatikan.

Tidak hanya itu, Rasyid juga mengharapkan agar pihak tehnis terkait mengantisipasi musim hujan dengan melakukan pemeharaan daerah genangan banjir supaya menutupi lubang-lubang diair dengan agregat atau sirtu 2X3.

“Karena walaupun ruas jalan digenangi banjir, tapi lubang sudah di tutup agregat atau sirtu, maka mobil-mobil masih bisa lewat,” kata Wakil rakyat asal pemilihan Dapil IV meliputi DAS Barito ini

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kalimantan Tengah Shalahuddin mengungkapkan bahwa, proyek pembangunan jembatan layang bukit rawi ditargetkan tuntas pada tahun 2022, saat ini sedang proses lanjutan sepanjang 2 kilometer dari total proyek 3 kilometer sejak dimulai tahun 2019 lalu, dengan anggaran multi years sebesar Rp161 miliar.(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *