FOTO : Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Kuwu Senilawati berpandangan pengolaan dan pengaturan vaksinasi ini haruslah tepat dan cerdas.

MAKIN MEMBLUDAK , DEWAN KALTENG MINTA SISTEM VAKSINASI TERUS DIEVALUASI

FOTO : Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Kuwu Senilawati berpandangan pengolaan dan pengaturan vaksinasi ini haruslah tepat dan cerdas.

BERITAKALTENG.COM – Palangka Raya : Pelayanan vaksinasi di Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah secara keseluruhan terus diburu dan dikejar oleh warga masyarakat. Bahkan warga rela antri dan berjubelan hanya demi ditancapi jarum suntik beralirkan vaksin. Melihat antusiasme dan animo masyarakat kian membludak ini, Kalangan dewan mengusulkan dan mendorong pihak pemangku kepentingan untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki sitem pelayanan vaksin agar efektif dan merata. Ini dikarenakan ada sebagain warga yang mengeluh dan merasa kecewa karena telah mengantri berjam jam dan akhirnya haru smendapatkan kenyataan vaksin telah habis kemudian.

Kepada beritakalteng.com, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Kuwu Senilawati berpandangan pengolaan dan pengaturan vaksinasi ini haruslah tepat dan cerdas. Pasalnya antusias dan animo masyarakat mencari vaksin mendadak makin meningkat. dengan demikian pengaturan dan manajemen vaksin ini haruslah terus diperbaiki dan dievaluasi dengan serius.
“ Sering masalah yang timbul adalah terbatasnya jumlah tenaga kesehatan dan petugas yang melayani masyarakat”,jelasnya.

Ia memang sengaja mendorong agar upaya vaksinasi yang berkejaran dengan waktu ini, tetap harus disemurnakan dan diperbaiki. Masalah yang sering timbul adalah ketika digelar satu tahapan vaksinasi tidak dapat diprediksi berapa orang yang akan datang menjadi peserta. Di luar dugaan yang datang jumlahnya sangat banyak dan tidak sebanding dengan ketersediaan vaksin yang disiapkan. Kendala lainnya adalahmasih terbatasnya jumlah tenaga kesehatan dan petugas yang bekerja dalam satu posko layanan vaksin.

Untuk itu, Kuwu berpandangan masyarakat bisa ditampung sementara dengan pendaftaran nomer telepon atau saluran Whats App atau Wa. Sehingga warga mendapat kepastian , urutan dan antrian mendapatkan vaksin. dengan demikian mereka tidak harus merasa kecewa dan menyesal akibat mendapati vaksin sudah habis. (aw/sg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *