Plt Kadisdik Kalteng M. Reza Prabowo saat memberikan keterangan kepada media terkait pembagian pasar murah bagi mahasiswa di Palangka Raya.

Pemprov Kalteng Bagikan Pasar Murah untuk Mahasiswa, Plt Kadisdik: Arahan Gubernur Berbagi di Bulan Ramadan

Palangka Raya, Beritakalteng.com – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menyampaikan bahwa kegiatan pembagian pasar murah bagi mahasiswa merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para mahasiswa di bulan Ramadan. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Istana Isen Mulang.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut menyasar sekitar tiga ribu mahasiswa penerima bantuan, dan pada pelaksanaan kali ini untuk pertama kalinya digunakan sistem digital dalam proses pendataan penerima, Rabu (11/03/2026).

Menurut Reza, melalui sistem digital tersebut identitas mahasiswa dapat langsung terlihat melalui Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang terhubung dengan database sehingga dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar berstatus sebagai mahasiswa aktif.

“Melaksanakan arahan dari bapak gubernur untuk membagikan pasar murah kepada mahasiswa dengan jumlah total 3 ribu penerima dan kali ini pertama kita menggunakan sistem digital jadi NIM-nya kelihatan dan yang bersangkutan berstatus sebagai mahasiswa atau tidak itu terlihat dari database,”kata Reza saat diwawancarai di Istana Isen Mulang.

Ia menambahkan bahwa jumlah mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut kemungkinan melebihi dari tiga ribu orang karena antusiasme yang cukup tinggi dari para mahasiswa yang ingin mendapatkan bantuan pasar murah.

“Karena itu pihaknya kembali membuka akses pendaftaran melalui aplikasi agar mahasiswa yang belum sempat terdata tetap dapat mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan,”ungkapnya.

Reza menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang ingin berbagi dengan mahasiswa pada momentum bulan Ramadan.

“Dari penerima bantuan ini difokuskan kepada beberapa kategori mahasiswa, di antaranya penerima beasiswa Kalteng Berkah serta program satu rumah satu sarjana,”lebih jelasnya.

Selain itu, bantuan juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari daerah pedalaman Kalimantan Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Kota Palangka Raya.

“Kategori lainnya adalah mahasiswa yang tinggal di mess atau asrama milik kabupaten yang berada di Kota Palangka Raya,”imbuhnya.

Menurut Reza, bantuan juga diberikan kepada mahasiswa yang memang benar-benar membutuhkan dukungan ekonomi, sehingga program ini dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalani perkuliahan.

Ia juga menjelaskan bahwa program bantuan pendidikan seperti kuliah gratis satu rumah satu sarjana memiliki keterkaitan dengan program kesejahteraan keluarga yang dimiliki pemerintah daerah.

Selanjutnya, dalam skema tersebut, satu keluarga akan mendapatkan satu kartu keluarga penerima program yang memungkinkan anggota keluarga lainnya mendapatkan berbagai bentuk bantuan pendidikan,”tuturnya.

Misalnya jika dalam satu keluarga terdapat anak yang kuliah, sementara saudara lainnya masih duduk di bangku SMA, maka bantuan pendidikan dapat diberikan sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Reza menegaskan bahwa seluruh penyaluran bantuan pemerintah dilakukan berdasarkan mekanisme yang transparan dan sesuai dengan regulasi agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan.

“Ya, mencontohkan bahwa apabila seorang mahasiswa sudah menerima bantuan seperti KIP Kuliah, maka bantuan serupa dari pemerintah daerah tidak akan diberikan kembali agar tidak terjadi double pembayaran,”tambahnya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga terus melakukan integrasi data dengan berbagai sumber data nasional, termasuk data dari Kementerian Sosial, untuk memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang tepat.

Reza juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2026 tengah menyiapkan program pembinaan bagi siswa-siswa SMA, khususnya kelas 11 dan kelas 12 yang memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Melalui program tersebut para siswa akan diberikan pendampingan serta pelatihan kemampuan bahasa asing seperti TOEFL dan IELTS agar siap mengikuti seleksi pendidikan di luar negeri sesuai arahan Gubernur,”pungkas Reza. (Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *