
Foto : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. tampak siswa/siswi menerima MBG.
Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 1 Februari 2026, sedikitnya lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani lebih dari 13 ribu penerima manfaat yang terdiri atas pelajar, tenaga pendidik, serta kelompok rentan.
Data tersebut disampaikan Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Barito Timur, Desriantomi, S.IP, dalam konfirmasi pada Rabu (25/02/2026).
Program MBG merupakan upaya pemenuhan gizi bagi siswa sekolah, tenaga pendidik/non kependidikan, serta kelompok B3 (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) melalui layanan dapur SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Pelaksanaan program di Bartim dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Barito Timur, Desriantomi, S.IP, dengan dukungan relawan dan pegawai BGN di masing-masing SPPG.
Lima SPPG yang telah beroperasi berada di:
SPPG Dusun Tengah Ampah Kota 1
SPPG Dusun Tengah Ampah Kota 2
SPPG Dusun Timur Tamiang Layang
SPPG Dusun Timur Matabu
SPPG Benua Lima Pasar Panas
Sementara tiga lainnya masih dalam proses pembangunan, yakni SPPG Polres Barito Timur, SPPG lahan Pemda di Desa Rodok, dan SPPG lahan Pemda di Desa Dayu.
Perkembangan data penerima manfaat tercatat hingga 1 Februari 2026 dan dikonfirmasi pada 25 Februari 2026.
Program MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan kelompok rentan guna mendukung kualitas kesehatan, pertumbuhan, serta konsentrasi belajar. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan supplier dan UMKM setempat.
Dari sisi penerima manfaat sekolah dan tenaga pendidik/non kependidikan, jumlahnya mencapai lebih dari 13.000 orang. Rinciannya antara lain:
SPPG Dusun Tengah Ampah Kota 1 melayani 2.321 siswa (di luar pesantren karena libur), dan 2.540 saat hari normal termasuk 219 santri.
SPPG Dusun Tengah Ampah Kota 2 melayani 3.180 penerima manfaat aktif.
SPPG Dusun Timur Tamiang Layang melayani 3.286 siswa.
SPPG Dusun Timur Matabu melayani 2.562 siswa serta 313 tenaga pendidik/non kependidikan.
SPPG Benua Lima Pasar Panas melayani 1.700 siswa.
Untuk kelompok B3, tercatat:
Tamiang Layang: 34 orang (30 balita, 2 bumil, 2 busui).
Matabu: 182 orang (147 balita, 16 bumil, 19 busui).
Benua Lima Pasar Panas: 394 orang (289 balita, 31 bumil, 74 busui).
Pelaksanaan program ini didukung 205 relawan dan 15 pegawai BGN yang tersebar di lima titik layanan. Selain itu, puluhan supplier lokal dilibatkan untuk memasok bahan pangan seperti beras, ayam, ikan, sayur, buah, telur, tahu-tempe, susu, hingga kebutuhan gas dan BBM. UMKM lokal juga turut berpartisipasi menyediakan produk roti, kue, dan makanan tambahan lainnya.
Menariknya, seluruh bangunan SPPG yang beroperasi saat ini merupakan hasil renovasi rumah, rumah makan, maupun ruko melalui pola kemitraan mandiri. Skema ini dinilai efektif mempercepat operasional layanan tanpa harus membangun gedung baru dari nol.
Desriantomi menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan terus memperluas jangkauan layanan seiring rampungnya tiga SPPG tambahan yang kini dalam tahap pembangunan. Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan status gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan supplier dan UMKM di Kabupaten Barito Timur.”Yang pasti dengan adanya MBG ini menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kabupaten Barito Timur,” pungkasnya.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah