BeritaKalteng.com, BUNTOK – Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh tim medis RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Kabupaten Barito Selatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada ketiga tubuh jenazah korban.
“Selamat pagi. Untuk hasil visum, secara kasat mata penampakan dari luar, tidak ada unsur kekerasan,” terang Kapolres Barsel, AKBP Jecson R. Hutapea, SIK, melalui pesan singkat, Rabu (21/1/2026).
Selanjutnya, jelas Kapolres lagi, guna mencari tahu penyebab kematian secara lebih mendalam, ketiga jenazah korban akan dilakukan autopsi.
“Hari ini Lanjut sampai autopsi. Tim Forensik sedang perjalanan dari Palangka Raya,” ungkapnya.
Dia meminta agar semua pihak untuk bersabar, karena proses penyelidikan masih terus dilakukan.
“Nanti akan kami sampaikan secara lengkap,” janji Kapolres.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan, ketiga mayat ditemukan oleh kakak salah satu korban bersama para rekan kerja korban pada Selasa (20/1/2026) dini hari.
Ketiga sosok mayat tersebut dua orang berjenis kelamin pria atas nama Satrianyah warga Desa Muara Singan, Kecamatan GBA, Barsel dan Utuh warga Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, sedangkan satu korban lainnya adalah seorang wanita bernama Diana merupakan isteri dari korban Utuh.
Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media, ketiga jenazah tersebut ditemukan di satu titik dalam sebuah jurang dengan kedalaman kurang lebih 10 – 15 meter, dengan posisi Satrianyah berada di bagian paling bawah mendekap leher Diana dan di atas ada Utuh yang posisinya menghadap ke atas dengan kondisi tanpa celana.
Tidak jauh dari mayat ketiga korban, ditemukan sepasang sendal jepit dan selembar celana. Pada saat ditemukan pertama kali ketiga jenazah sudah dalam kondisi mengeluarkan bau tidak sedap.

Diterangkan oleh Jecson penemuan ketiga sosok mayat tersebut dilaporkan pertama kali kepada aparat kepolisian adalah pada pukul 01.00 WIB, Selasa (20/1/2026).
Untuk kronologi kejadian penemuan tiga mayat tersebut, berawal dari laporan dari beberapa warga kepada kakak kandung salah satu korban bernama Agung Widodo, bahwa ketiga korban tidak pernah terlihat selama tiga hari terakhir.
Agung Widodo bersama beberapa orang yang merupakan rekan kerja korban dan beberapa karyawan perusahaan tambang batu bara yang ada di wilayah tersebut, berinisitif melakukan pencarian.
“Mereka mencari tadi malam, yang ditemukan pertama kali adalah trucknya di tepi jalan, tapi orangnya tidak kelihatan. Kemudian mereka telusuri sampai ke bawah, dan benar ditemukan ada tiga jenazah,” cerita dia.
“Hal ini kemudian mereka laporkan ke Polsek GBA melalui Polsubsektor Patas, kemudian personel kita turun dan mengamankan TKP serta melakukan koordinasi,” beber Jecson menambahkan.
Guna mengetahui penyebab kematian, ketiga sosok mayat tersebut dibawa ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok untuk dilakukan visum.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah