Foto : Kondisi terkini tongkang Gold Trans 312 di perairan Barito wilayah desa Tarusan, Kecamatan Dusun Utara, Barsel.

Satu Kapal Tongkang Bermuatan Mulai Tenggelam, Sejumlah Besar Batu Bara Jatuh Ke sungai

Beritakalteng.com, BUNTOK – Satu unit tongkang nomor lambung Gold Trans 312 bermuatan batu bara yang ditarik oleh Tug Boat (TB) Trans Power 246 mulai karam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito wilayah desa Tarusan, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Utara, Minggu (21/12/2025).

Menurut informasi yang dihimpun, sebelumnya pada Kamis (4/12/2025), TB Trans Power 246 ini mengalami insiden menabrak sejumlah rumah apung (lanting) dan kelotok di desa Montalat, Kecamatan Montalat, Kabupaten Barito Utara.

Kemudian kapal melakukan tambat di wilayah desa Tarusan, dikarenakan kondisi air Barito yang semakin naik dan diduga tongkang mengalami kebocoran akibat peristiwa di Montalat, menyebabkan tongkang akhirnya mulai mengalami kemiringan dan tenggelam sebagian. Akibatnya sebagian besar batu bara muatan tongkang jatuh ke sungai Barito.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Dusun Utara, Edisono, mengatakan bahwa Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap persoalan ini.

“Sudah ada komunikasi dengan Kades (Tarusan), masih dalam pemeriksaan,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh perwakilan agen kapal, Wahyu yang meminta awak media untuk langsung menghubungi kapten kapal bersangkutan.

“(Kronologi kejadian) yang lebih jelas tanya captennya, siap tunggu aja mas,” saran dia.

Dia kemudian membenarkan bahwa ada peristiwa kapal TB Trans Power 246 menabrak sejumlah lanting dan kelotok warga di Montalat dan persoalan ini sudah diketahui oleh pemilik.

“Kalau tidak salahnya (tabrakan) sekitar tanggal itu (4/12/2025). Sampai ke sana kita kurang copy, karna owner nya sudah tau aja mas,” beber dia.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, melalui Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Tarmiji menegaskan segera menindaklanjuti persoalan ini.

“Trims infonya, kami teruskan ke DLH Kab Barsel untuk TL terhadap dugaan pencemaran sungai Barito akibat terjadinya tongkang muatan batubara yg akan terbalik / tenggelam,” tulisnya melalui pesan singkat, Senin (22/12/2025).

Akibat dari situasi ini, pihak perusahaan bisa dikenakan sanksi pemulihan lingkungan dan ganti kerugian lingkungan.

“Bisa melalui SA atau gugatan pemerintah, terhadap perhitungan pemulihan lingkungan dan ganti kerugian lingkungan melibatkan tenaga ahli. Bisa menggangu biota sungai, akibat tumpahan batu bara,” tegas Tarmiji.

Sementara itu, kapten kapal TB yang merupakan milik PT Trans Power Marine itu, hingga saat ini belum bisa dihubungi.

Tumpahan batu bara ke sungai itu sendiri sangat berbahaya bagi ekosistem perairan, lingkungan sekitar, dan kesehatan manusia. Batubara yang tumpah tidak hanya menutupi dasar sungai tetapi juga melepaskan racun logam berat yang berbahaya.

Mengapa tumpahan batu bara berbahaya?

Pencemaran Logam Berat & Toksin: Batu bara mengandung unsur berbahaya seperti merkuri (Hg), arsenik (As), selenium (Se), timbal (Pb), dan kadmium (Cd). Bahan-bahan ini dapat larut dan mencemari air.

Kerusakan Ekosistem & Kematian Ikan: Tumpahan dapat menutupi dasar sungai (sedimentasi), merusak habitat karang/biota dasar, dan mengurangi oksigen, yang menyebabkan ikan mati atau cacat.

Ancaman Kesehatan Manusia: Air yang tercemar dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi, termasuk risiko kanker, kerusakan ginjal, dan gangguan saraf akibat paparan logam berat.

Pendangkalan Sungai: Tumpahan batubara dalam jumlah besar meningkatkan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai.

Peningkatan Keasaman: Batu bara dapat memicu pembentukan air asam tambang (AAT) yang menurunkan pH air secara drastis.

Berikut adalah beberapa referensi artikel ilmiah dan laporan yang relevan mengenai dampak pencemaran batu bara di perairan sejumlah daerah di Indonesia:

Judul: “Analysis of the Impact of Coal Mine Acid Water on River Water Quality” (Jurnal Pengabdian dan Penelitian IPA, 2025). Studi ini menganalisis bagaimana drainase asam tambang dan tumpahan batubara meningkatkan parameter TSS dan logam berat di sungai.

Judul: “Pencemaran Perairan Lingkungan Laut Akibat Tumpahan Batu bara di Teluk Lampung” (Jurnal Hukum Bisnis, 2023). Membahas dampak tumpahan batu bara terhadap lingkungan laut/perairan.

Dampak pada Ekosistem & Biota:

Judul: “Impact of Coal Fly Ash on Freshwater Fishes and the Ecosystem” (International Journal of Environmental Engineering and Science, 2024). Meninjau dampak racun dari sisa batu bara (fly ash) yang terlarut terhadap kesehatan ikan.

Judul: “Coal mining has negative impact on freshwater stream biodiversity” (University of Washington, 2018). Menunjukkan bahwa sungai yang terkena dampak tambang batu bara mengalami penurunan keanekaragaman hayati sebesar sepertiga.

Studi Kasus Sungai Mahakam & Musi:

Judul: “Kajian Pengaruh Pencemaran Butiran Batu Bara dalam Pasir Sungai Mahakam” (SNITT-Politeknik Negeri Balikpapan, 2018). Meneliti pencemaran butiran batu bara di dasar Sungai Mahakam.

Laporan: “Ancaman Angkutan Batubara di Perairan Sungai Musi” (Palpos.id, 2025). Laporan mengenai peningkatan sedimentasi dan ancaman terhadap biota air di Sungai Musi.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tindakan evakuasi terhadap tongkang Gold Trans 312 yang mengalami tenggelam di wilayah Tarusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *