
Foto: BPBD-DAMKAR Kabupaten Barito Timur melakukan foto bersama forkopimda.
Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah berupaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi ditengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Langkah mitigasi sudah mulai dilakukan untuk mengurangi potensi terjadi.
Hal ini disampaikan Bupati Barito Timur, M. Yamin melalui Asisten I Setda Ari Panan, menyampaikan bahwa penanggulangan bencana tidak boleh lagi bersifat reaktif, melainkan harus direncanakan secara sistematis, terukur, dan berbasis data.
Dijelaskannya, karakteristik geografis dan lingkungan yang beragam sehingga berpotensi menghadapi berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, kekeringan, hingga perubahan iklim yang kian nyata dirasakan masyarakat.
“Karena itu, Dokumen Kajian Risiko Bencana menjadi landasan penting agar upaya pengurangan risiko dapat dilakukan secara terencana dan tepat sasaran,” kata Asisten I Setda Ari Panan, Jumat (19/12/2025).
Asisten I Setda menyampaikan, KRB 2026-2030 memiliki peran strategis karena memuat peta bahaya, peta kerawanan, peta kerentanan, serta rekomendasi penanganan bencana yang disesuaikan dengan tingkat risiko dimasing-masing wilayah.
“Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai bahan kajian teknis, tetapi juga akan menjadi acuan utama dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah serta integritas pengurangan risiko bencana ke dalam RPJMD, RKPD, dan perencanaan sektoral,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan forum diskusi ini, pemerintah daerah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi, instansi vertikal, dan perangkat daerah, untuk memberikan masukan konstruktif agar dokumen yang dihasilkan akurat, relevan dengan kondisi lapangan, dan dapat diimplementasikan secara nyata.
Bupati memberi penekanan, bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah Daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi,media, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat sinergi guna mewujudkan Barito Timur yang tangguh terhadap bencana.
Kegiatan diskusi pada hari ini turut dihadiri, Tim Penilai Indeks Ketahanan Daerah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengikuti secara daring, Tim Ahli dan Akademisi dari LPPM Universitas Palangkaraya, serta para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, dan perwakilan instansi vertikal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur.
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Barito Timur Tahun 2026-2030 agar mampu menjadi acuan kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi pada keselamatan masyarakat dan ketangguhan daerah terhadap bencana,” demikian. (ags)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah