
Palangka Raya, Beritakalteng.com – Plt. Kepala Dinas Perkimtan Bapak Andi Arsyad, menjelaskan Konflik agraria dan ketimpangan kepemilikan tanah masih menjadi masalah yang memicu permasalahan sosial dan menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Tentu masalah ini membutuhkan waktu panjang untuk diselesaikan. Namun, pemerintah terus berupaya mencari solusi yang tepat, insyaallah bisa tercapai,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Dia juga mengatakan bahwa kita di daerah harus lebih giat memaksimalkan upaya, dengan langkah-langkah strategis melalui kolaborasi, integrasi, dan pendekatan yang tepat bersama para pemangku kepentingan.
Pasalnya, Konflik agraria dan ketidakmerataan kepemilikan tanah terus menimbulkan persoalan sosial dan menghambat perkembangan ekonomi masyarakat.
“Insya Allah, masalah ini memang memerlukan waktu yang cukup lama untuk diselesaikan. Namun, pemerintah tetap berkomitmen mencari solusi terbaik, dengan harapan dapat tercapai secepatnya,”ucapnya. Rabu (25/9/2024)
Diketahui, Di daerah, kita harus lebih aktif mengoptimalkan upaya dengan strategi yang tepat, melalui kerja sama, penyelarasan, dan pendekatan efektif dengan para pemangku kepentingan.
“Konflik agraria dan ketimpangan kepemilikan tanah terus memicu masalah sosial dan menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena akses yang tidak merata terhadap sumber daya tanah,”jelasnya.
Dia pun menanggapi meskipun masalah ini membutuhkan waktu lama untuk diatasi, pemerintah berkomitmen untuk menemukan solusi terbaik agar penyelesaiannya bisa segera terwujud.
“Untuk Di daerah, penting untuk meningkatkan upaya dengan strategi yang tepat melalui kolaborasi, integrasi, dan pendekatan yang efektif bersama pemangku kepentingan,”tegasnya. (Ngel)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah