
BERITAKALTENG.COM – Palangka Raya – Antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi belakangan mulai meningkat. Kesadaran warga untuk memperkuat daya perlawanan tubuh terhadap gempuran virus kini semakin menebal. Namun sayangnya, di saat kesadaran dan permintaan warga untuk datang minta divaksin sesegera mungkin, justru kadang terhambat dengan persediaan vaksin yang terbatas.
Kepada beritakalteng.com, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul , Selasa (27/07/2021) mengakui, memang tingginya antusiasme warga ini sering terbentur ketersediaan vaksin. Namun ada alasan logis di belakang ini semua yang harus dipahami warga masyarakat. Salah satunya bahwa distribusi vaksin memang bertahap. Dijelaskan Suyuti, Indonesia memang bukanlah Negara yang mampu memproduksi vaksin mandiri.
Indonesia hanya mengimpor bahan baku yang sampai di Indonesiapun harus diinkubasi selama 14 hari. Setelah itu, vaksin ini dikirim dan disitribusikan ke tingkat Provinsi dan kabupaten juga dengan cara bertahap. Lebih jauh Suyuti menganalogikan, pengambilan uang di mesin ATM yang ludes ditarik masyarakat, perlu diisi lagi agar tidak terjadi antrian kembali yang mengular. Sama layaknya dengan vaksin, ketika sudah menipis, Provinsi kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat sebagai pemilik kewenangan untuk mendapatkan pasokan vaksin kembali. Setelah itu, kemudian vaksin itu didistribusikan secara kuota di layanan layanan vaksin yang sudah banyak menampung antrian warga yang sudah memesan.
“Dengan demikian, di Indonesia, yang namanya vaksin mau tak mau , suka tak suka memang bertahap. Tidak bisa dilakukan dalam satu hari kemudian selesai. Tak ada vaksinasi massal serentak dalam waktu sama lalu selesai. Karena kita bukan Negara pemproduksi dan butuh masa inkubasi dulu sebelum disalurkan. Untuk itu kami akan terus perbaiki manajemen vaksin ini supaya sesuai dengan target yang kami canangkan”, jelasnya.
Namun demikian pihaknya tidak tinggal diam jika melihat perkembangan permintaan dan keinginan warga yang tinggi. Sebelum vaksin benar benar mencapai jumlah yang semakin sedikit, Dinkes Provinsi sudah segera berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat.
“ Yang penting kami sarankan masyarakat mendaftar ke faskes terdekat, tinggalkan nomer HP dan KTP dan menunggu kami distribusikan”.
Memang mendistribusikan vaksinasi kepada masyarakat dengan jumlah yang sangat banyak dan berpacu dengan waktu saat ini memanglah bukan hal yang mudah. Ini perlu sikap saling pengertian dan pemahaman antara pemangku kepentingan dan tentunya dengan masyarakat yang kini mecnapai puncak antusiasnya untuk datang divaksin. (aw/sg)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah