Foto : Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Yulistria Ivo Sabran menjelaskan mengenai pentingnya peran serta pihak swasta melalui program CSR ikut serta mencegah stunting.

Ivo : Pencegahan dan Penurunan Stunting, Libatkan CSR Sektor Swasta

Foto : Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran menjelaskan mengenai pentingnya peran serta pihak swasta melalui program CSR ikut serta mencegah stunting.

Beritakalteng.com, Palangka Raya – Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Yulistra Ivo Sugianto Sabran menjadi narasumber pada pertemuan mitra kerja Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Tahun 2021. Kegiatan ini dihadiri secara virtual dari Aula Serbaguna Istana Isen Mulang, Kemarin.

Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga (Bangga Kencana) Provinsi Kalteng Tahun 2021 telah berjalan satu semester. Dalam pelaksanaan tersebut perlu dilakukan evaluasi sebagai bahan penyusunan dan percepatan pencapaian rencana kerja di semester II tahun 2021 guna optimalisasi sasaran program secara terintegrasi dengan lintas sektor.

Selain percepatan capaian Program Bangga Kencana di semester 2 Tahun 2021 di Kalteng, diperlukan langkah-langkah strategis dengan melibatkan mitra kerja swasta dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting melalui CSR.

Dalam pertemuan ini, Ivo  menyampaikan tentang peran TP-PKK dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kalteng.

Stunting adalah ketika balita lebih pendek dari standar tinggi badan seumurnya. Hampir 9 juta atau lebih dari 1/3 balita di Indonesia mengalami stunting. Hal ini, disebabkan karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama yaitu pada 1.000 hari pertama kehidupan.

“Penyebabnya karena kurang gizi pada saat ibu hamil, kurang gizi pada saat masih balita, kurang pengetahuan ibu sebelum, saat, dan setelah melahirkan, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, kurang nya akses air bersih dan sanitasi/ kebersihan lingkungan dan kurang pengetahuan tentang makanan bergizi yg berasal dari sumberdaya lokal”, jelas Ivo.

Adapun gejala pasa anak stunting yakni ukuran panjang atau tinggi badannya lebih pendek di bandingkan dengan standart, pertumbuhannya melambat, kemampuan untuk fokus memori pembelajarnnya sangat rendah dan pubertas melambat.

Peran TP-PKK dalam pencegahan stunting diantaranya melakukan koordinasi lintas sektor, kerjasama pihak terkait, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan bahan pangan lokal utk pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, meggerakkan kader kelompok dasawisma melalui kunjungan rumah dan membantu tenaga kesehatan dengan penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak.(red)

Yustinus Tenung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *