FOTO : Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Hj. Siti Nafsiah

Jelang PTM, Perlu Ada Konsep Baru Dalam Peningkatan Prokes Secara Ketat

FOTO : Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Hj. Siti Nafsiah

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Dalam rangka menekan penyebaran pandemi  Covid-19 dilingkungan pendidikan, sebelum kebijakan Pembelajaran Tatap Buka (PTM) di berlakukan, perlu adanya konsep baru, khususnya peningkatan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dra. Hj Siti Nafsiah, M.Si, penerapan konsep baru tersebut berkaca dari sejumlah provinsi yang telah melaksanakan uji coba PTM.

“Salah satu contoh Provinsi Jawa Tengah (Jateng), di sana beberapa sekolah sudah melaksanakan ujicoba PTM namun dinilai kurang efektif, karena menggunakan konsep belajar mengajar yang sama seperti sebelum pandemi,” kata Hj Siti Nafsiah, Sabtu (10/7/2021).

Dirinya merasa hawatir penyebaran Pandemi Covid-29 justru mengalami peningkatan dan menjadi klaster baru dilingkungan belajar – mengajar, apalagi saat ini sejumlah wilayah masuk dalam kategori Zona Merah Covid-19 Fase II.

Para siswa dan tenaga pendidik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah melalui PTM. Namun akibat keterbatasan jam belajar, interaksi antar siswa, serta siswa dengan guru membuat aktivitas di sekolah tidak sama seperti sebelum pandemi.

“Melihat kondisi tersebut, sebaiknya konsep PTM tidak menggunakan pola pendidikan seperti sebelum pandemi Covid-19. Perlu adanya konsep baru agar belajar mengajar siswa dapat maksimal,”

“Sehingga Komisi III mengusulkan agar jam PTM di sekolah dilakukan dengan mengedepankan Prokes secara ketat dan pembelajaran banyak diisi dengan pemberian motivasi dari guru,” ujar Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini.

Motivasi yang diberikan kepada para siswa bisa berupa pendidikan karakter, cerita-cerita meraih kesuksesan, perihal kepedulian, hingga soal menumbuhkan semangat belajar. Selain itu juga, saat pertemuan juga lebih membahas pada persoalan-persoalan yang peserta didik belum pahami, seperti kesulitan pada bab-bab tertentu.

“Materi pelajaran bisa dibagikan dan dilakukan secara daring. Jadi kalau memang ada materi yang sulit di pahami, peserta didik bisa menanyakannya saat PTM,” tutup Wakil Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *