FOTO : Bupati H. Halikinnor saat membuka kegiatan Konkerkab PGRI Kotawaringin Timur di aula lantai II Sekretariat PGRI setempat, Sabtu (26/6/2021).

FOTO : Bupati Kotim, H. Halikinnor.

BERITAKALTENG.com – SAMPIT – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur gelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) di aula lantai II Sekretariat PGRI setempat, Sabtu (26/6/2021) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor. Dalam arahannya, bupati mengapresiasi kinerja PGRI Kotawaringin Timur yang selama ini telah berjalan dengan baik dan eksis.

“Dalam menjalankan organisasinya, PGRI dituntut bersinergi dengan pemerintah daerah memajukan organisasinya. Di satu sisi jangan sampai pandemi menurunkan kualitas belajar dan mengajar. Kendati demikian, kita juga harus memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan para guru dan peserta didik ketika menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM),” imbau bupati.

Dalam menciptakan SDM yang unggul, maka dibutuhkan tenaga guru yang berintegritas dan berkompetensi. Dunia pendidikan musti beradaptasi dengan keadaan dan kemajuan jaman.

“PGRI diminta terus bersinergi dengan pemerintah daerah guna memajukan dunia pendidikan di Kotawaringin Timur,” katanya.

Terkait perumahan dinas guru dan sekolah di pelosok Kotawaringin Timur yang rusak dan tidak layak huni, maka Bupati Kotawaringin Timur bakal membuat terobosan jitu. Dunia usaha menjadi target agar mau membantu pendidikan di Kotawaringin Timur melalui dana tanggung jawab sosialnya.

“Saya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur untuk mendata semua fasilitas yang rusak. Perbaikannya nanti akan menggunakan dana CSR perusahaan yang ada. Jadi tiap perusahaan akan bertanggungjawab membenahi bangunan di tempat yang sudah disepakati bersama,” ujarnya.

Rencana tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab Kotawaringin Timur dalam memperhatikan dunia pendidikan di daerahnya.

“Sehingga jangan ada lagi guru di pelosok yang menjerit karena sarana dan pra sarananya rusak. PGRI kecamatan juga diminta memberikan data terkait polemik, sarana dan prasarana yang ada di wilayahnya masing-masing,” pesannya.

Terkait kualitas pendidikan, maka kondisi pandemi Covid-19 tentu sangat berdampak. Namun dengan totalitas dan integritas seluruh guru, maka kualitas pendidikan harus bisa dipertahankan. Terkait kebutuhan tenaga guru PPPK maupun ASN masih sangat diperlukan, namun solusinya dengan mengangkat tenaga kontrak maupun honor untuk melengkapinya.

“Selaku bupati saya mendukung penuh program di dunia pendidikan, termasuk organisasi PGRI,” ungkapnya.

Sementara Ketua PGRI Kotawaringin Timur, H. Suparmadi mengatakan bahwa Konkerkab merupakan forum dibawah Konferensi Cabang (Konfercab) yang dilaksanakan setiap tahun untuk merumuskan dan menetapkan rencana kerja PGRI satu tahun kemudian, termasuk menetapkan rancangan anggaran belanja organisasi.

“Kegiatan ini dihadiri oleh 17 pengurus PGRI kecamatan se Kotawaringin Timur. Nantinya konferensi ini akan membahas penyusunan program kerja hingga anggaran organisasi,” jelasnya.

Dengan adanya Konkerkab ini, dirinya mengharapkan adanya arah untuk meningkatkan mutu pendidikan, profesionalisme guru serta kerja sama dengan mitra lain agar sinergitas selama ini yang terbina menjadi lebih baik.

“Tentunya juga masalah-masalah guru-guru terkait dengan kode etik dan hukum serta kesejahteraan bersama teman-teman GTT dan PTT dan persoalan lain,” pungkasnya. (arl/aga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: